Taufik Hidayat,
Alumnus Sumatera Thawalib Parabek 2001
dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Yang Tarandam Sudah Mulai Bangkik
Pesantren ini berbeda dengan pesantren lain pada umumnya. Biasanya siapa pendiri pesantren akan diagungkan. Di sini tidak ada darah biru pesantren. Inyiak Parabek adalah sosok yang moderat, beliau adalah penganut Syafiiah, tapi tidak memaksa siswa harus ikut beliau. Di pesantren ini juga tidak ada pengkultusan seorang syekh.
Sumatera Thawalib Parabek memiliki kurikulum yang khas, walaupun juga menerapkan kurikulum dari pemerintah. Ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan pada masyarakat. Hubungan dengan para ustadz sangat dekat, tetap menghormati tapi akrab. Keunggulannya memang di ilmu alat. Selain itu para murid dilatih untuk percaya diri dengan program-program seperti takhasus, muzakarah dan sebagainya. Ini sangat berguna bagi kami ketika melanjutkan belajar pada tingkat yang lebih tinggi, atau ketika terjun di masyarakat.
Kami merasakan ada perubahan-perubahan yang positif ketika para pengelola yayasan dan para guru berusaha untuk membangkitkan kembali madrasah ini melalui usaha yang disebut Membangkik Batang Tarandam. Ada perubahan-perubahan yang bisa dirasakan. Guru jadi lebih bersemangat mengajar. Bahasa Arab dan Inggris semakin aktif. Kalau dulu Parabek banyak melahirkan tokoh nasional bahkan internasional, kemudian turun, kini ada semangat untuk bangkit kembali. Kalau tahun 1990-an masyarakat sekitar sekolah tidak tertarik memasukkan anak ke Parabek karena kualitasnya mulai berkurang, atau karena tidak diterima di sekolah lain baru masuk Parabek, maka kini sekolah ini sudah kembali menjadi pilihan utama. Yang tarandam sudah mulai bangkik.
Ingin ditulis kisah hidupnya menjadi buku Biografi yang menarik dan inspiratif ?. Silahkan hubungi kami kapan saja di:
0822-2123-5378
Kata terkait:
jasa penulis buku biografi, buku biografi, penulis biograf, biografi tokoh