Oleh : Subhan Afifi, darussalamselokerto.sch.id
Fakir atau miskin dapat bermakna dzahir dan juga batin. Secara dzahir bisa saja seseorang benar-benar kekurangan rezeki dan kemampuan harta, sehingga kehidupan terasa sempit dan sulit. Inilah fakir miskin secara dzahir (fisik).
Di sisi lain ada juga orang yang fakir atau miskin secara batin. Secara fisik, harta berlimpah, seharusnya cukup atau lebih dari cukup, tapi dari sisi batin, hatinya terus merasa kurang, seolah tak pernah kenyang. Maka saat itu, orang itu termasuk dalam fakir miskin secara batin.
Menghilangkan kefakiran dan juga menghapus dosa adalah salah satu dari fadhilah (keutamaan) umrah. Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai , Tirmidzi, Ahmad).
Makna menghilangkan kefakiran di sini bisa bermakna dzahir dan juga batin. Secara zhahir dengan izin Allah Ta’ala orang yang berhaji dan berumrah akan diberikan kecukupan harta dengan dilapangkanya pintu rezeki. Secara batin, orang yang berumrah dengan ikhlas hanya mencari ridho Allah Ta’ala dengan mengikuti perunjuk Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, InsyaAllah akan diberikan kekayaan dalam hati agar selalu merasa cukup (qona’ah) dengan nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya.
Menarik menyimak penjelasan Syaikh Abul ‘Ula Al-Mubarakfuri rahimahullah tentang menghilangkan kemiskinan dengan haji dan umrah : “Haji dan umrah menghilangkan kefakiran, bisa bermakna kefakiran secara dzahir, dengan terwujudnya kecukupan harta. Bisa juga bermakna batin yaitu terwujudnya kekayaan dalam hati.”
Semoga Allah Ta’ala memberikan kesempatan kepada kita untuk berhaji dan umrah, agar dihilangkan kefakiran dan kemiskinan dari diri dan keluarga, baik berupa kecukupan rezeki, dan kayanya hati untuk selalu merasa cukup dengan segala nikmat yang diberikan Allah Ta’ala. Amin ya Rabb. **