Alhamdulillah, syukur mendalam jika kesempatan berumroh itu datang menjelang.
Bersyukur kepada Allah Ta’ala bila kita dimudahkan untuk berumrah. Tidak setiap insan mendapat kemuliaan menjadi tamu Allah ini. Namun perlu diingat, bahwa setiap insan yang berumrah tidak lantas langsung diterima. Karena itu teramat penting bagi kita untuk mengetahui sebab-sebab diterimanya ibadah umrah dan seluruh amal lainnya.
1.Keikhlasan.
Adalah kunci pertama seluruh amal. Jika tak ada rasa ikhlas, amalan sebesar apapun tak ada nilainya di hadapan Allah taala.
Keikhlasan ini mesti dijaga saat sebelum beramal, ketika beramal, dan setelah beramal. Hindari mengumbar amalan karena riya’ , mengharap pujian manusia. Karena orang yang riya’ itulah yang pertama kali masuk neraka, meskipun terlihat alim, pandai membaca Alquran, mati syahid, dan seorang yang dermawan.
Kuncinya, jangan pernah merasa sudah ikhlas. Terus perbaiki hati dan tanamkan keikhlasan. Imam Assusi berkata
فَمَنْ شَاهَدَ فِي نَفْسِهِ الإِخْلَاصَ فَقَدِ احْتَاجَ إِخْلَاصُهُ إِلَى الإِخْلَاصِ
Barangsiapa yang merasa sudah ikhlas, maka rasa ikhlas (yang dia anggap) itu butuh diikhlaskan lagi
2. Diatasi ilmu yang benar.
Jika sudah ikhlas namun tak sesuai tuntunan nabi shalallahu alaihi wasallam maka amalan itu tertolak. Di sinilah pentingnya belajar ilmu sebelum berbuat. Tentunya kita tak ingin menjadi seperti kaum nasrani. Mereka banyak beribadah, namun miskin ilmu. Sehingga ibadah mereka tak diterima, kemudian Allah cap mereka sebagai Addoollin alias kaum yang tersesat selama-lamanya.
Betapa ruginya kita. Bila sudah jauh-jauh datang dari Indonesia, mengeluarkan biaya puluhan juta, bahkan rela berlelah-lelah menyempurnakan seluruh manasiknya, namun di mata Allah peribadatan kita tiada nilainya. Hanya karena salah dalam menjalankan ibadah, atau ada yang sedikit melenceng dari petunjuk as-sunnah.
Mari bersama berjuang agar diterima amalan kita. Terlebih dalam amalan umrah yang membutuhkan banyak pengorbanan, ia bukanlah amalan sembarangan, ialah amalan penghapus dosa, penghilang kefakiran, serta penjamin terkabulnya do’a dengan sebuah predikat “Tamunya Allah” yang semua itu akan teraih, hanya jika umrah kita diterima oleh Allah subhanallah wa taala.
Mari kita menjaga keihlasan hanya mencari Ridho Allah Ta’ala semata untuk berumroh sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.
****
Umroh Sesuai Sunnah Pasca Musim Haji di Bulan Oktober 2018 :
? *Oktober 9 Hari*
?15 Oktober 2018
? Rp. 22.990.000.- (Starting Yogyakarta)
? Rp. 21.990.000.- (Starting Jakarta)
✈Pesawat : Oman Air/Saudia
?Hotel Madinah : Anshar Palace
?Hotel Mekkah : Arej al Wafa
? *November 9 Hari*
? 19 November 2018
? Rp. 27.990.000,- (Starting Yogyakarta)
? Rp. 26.990.000,- (Starting Jakarta)
✈ Pesawat : Garuda/Saudia Landing Madinah
?Hotel Madinah : Sufaro el Huda
?Hotel Mekah: Makarim Ajyad
? *November 12 Hari Plus Turkey*
?17 November 2018
? Rp. 30.990.000,- (Starting Yogyakarta)
? Rp. 29.990.000,- (Starting Jakarta)
✈Pesawat : Turkish Airlines
?Hotel Madinah : Sufaro el Huda
?Hotel Mekkah : Makarim Ajyad
?*Hubungi :*
darussalamselokerto.sch.id
Hp/WA : 081328351800 – Subhan Afifi
PT Ambassador Al-Madinah Tour
Izin Umroh : SK No. 205 tahun 2017
***
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umroh yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
☪☪☪