Oleh : Subhan Afifi, darussalamselokerto.sch.id
Perjalanan umrah ke baitullah yang diniatkan ikhlas hanya mencari ridho Allah Ta’ala semata, dengan segenap rangkaian perjalanannya yang panjang dan membutuhkan aneka pengorbanan, dijanjikan Allah Ta’ala dengan keutamaan yang besar.
Dosa-dosa yang terserak sedemikian banyak pada diri seorang muslim atau muslimah InsyaAllah akan diampuni Allah Ta’ala bersebab umrah yang ditunaikannya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Umrah merupakan amal shaleh dan ketaatan, sehingga menjadi penebus dosa. Walaupun dalam hal ini dosa yang dimaksud dijelaskan oleh para ulama sebagai dosa-dosa kecil. Dosa-dosa besar hanya dapat diampuni dengan taubat, keutamaan dan kehendak Allah Ta’ala.
Sebagaimana amal sholeh dan ketaatan lain semisal shalat 5 waktu, shalat Jum’at, puasa Ramadhan, dan lainnya, umrah dengan izin Allah Ta’ala, dapat menghapuskan dosa-dosa sebelumnya yang dilakukan oleh para pelakunya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu, dan Jum’at satu ke Jum’at lainnya, dan Ramadhan satu ke Ramadhan lainnya adalah penebus dosa antara kesemuanya itu selagi seseorang menjauhi dosa-dosa besar.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
مَا مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ»
“Tidaklah seorang Muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia membaguskan wudhunya, membaguskan khusyuknya dan rukuknya kecuali hal itu sebagai penebus dosa yang telah ia lakukan sebelumnya selagi ia tidak melakukan dosa besar, dan penebusan dosa itu berlangsung sepanjang zaman.”
Kehidupan di zaman fitnah ini telah membuka sedemikian banyak pintu dosa. Peluang untuk tergelincir pada dosa sedemikian besar. Untuk itu kita perlu beristighfar dan bertaubat pada Allah Ta’ala setiap saat.
Jika seorang hamba tersadar telah melakukan dosa-dosa kecil, maka bersegeralah melakukan amal shaleh sebagai penebus (kafarah) nya. Amal shalih tersebut, termasuk haji dan umrah, memang diniatkan untuk menebus dosa, serta diniatkan untuk mendapatkan pahala dan ridho Allah Ta’ala. Jika terjerumus pada dosa besar, maka secepatnya bertaubat sebelum ajal menjemput.
Khusus haji yang mabrur, berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam selain menebus dosa juga bisa menjadi amalan yang membawa ke surga. Tentunya dilaksanakan dengan wasilah harta yang halal, niat yang ikhlas, dan muttaba’ah (mengikuti petunjuk Rasul) dalam keseluruhan ibadahnya.
Umrah adalah salah satu sarana kita untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang kita perbuat. Sekaligus menjadi tambahan amal shaleh dan kebaikan kita, dengan berharap agar Allah Ta’ala angkat derajat kita bersebab ketaatan yang kita usahakan. Semoga Allah Ta’ala mudahkan dan berkahi. Amin ya Rabb.
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah taubat kami serta berilah rahmat-Mu dan berkat-Mu agar kami dapat melakukan ibadah haji dan umrah ke tanah suci Mekah, dan selamatkanlah kami di dunia dan akhirat nanti ………Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar